Monday, November 28, 2005

Full Music!

Mulai pagi sampe malam, musik terus mengalun dari komputer. Maklum, ada speaker baru yang bikin suara jadi tambah keren. Ya udah, ruang kerja jadi full music!
Trus ada kesibukan baru nih, nyari MP3 lagu-lagu buat nambah-nambah koleksi MP3 di komputer. Mulai dari nanya-nanya temen punya MP3 lagu-lagu baru ato nggak, sampe ngubek-ngubek MP3 di hard disc warnet. Copy paste MP3 ke flashdisc.
Alhasil, sekarang ada lumayan banyak lagu di komputerku, padahal cuma hunting 2 hari terakhir ini. Malah, kemaren-kemarin, aku anti MP3, soalnya lagi mendukung program perangi pembajakan hehe..Jadi selama 3 tahun terakhir ini ya cuma dengerin radio, tape ato CD aja.
Tapi kalo dirasa-rasa, beli kaset ato CD asli mahal banget. Kaset paling nggak Rp. 24.000,- CD yang termurah rata-rata Rp. 75.000,-. Kalo diturutin ya bisa bangkrut. Padahal kan lagu-lagu yang kita pingini ga selalu ada dalam 1 kaset atao 1 CD yang sama. Lagian, MP3 nya kan ga dikomersilkan, jadi ya sah-sah aja kalo nyomot dari sana sini dan yang penting full music ama lagu-lagu pilihan kita aja.
Sip!

Bibir Cello Dower

Ada yang bikin terpingkal-pingkal tapi juga kasihan. Bibir Cello dower, ga tau sebabnya. Mas Iqbal yang nemuin kalo bibirnya Cello dower. Bukannya malah kasihan, tapi malah ketawa ngakak kalo ngeliat bibir bawah Cello yang jadi lebih tebel. Akupun jadi ikutan ngakak, yang ada Cello cuma ngeong-ngeong diketawain.
Tapi makan Cello juga normal-normal aja, alias ga kesulitan makan. Jadi kupikir ya ga perlu di bawa ke dokter, lagian biaya ke dokter pasti juga mahal hehe.. jadi ya sementara aku biarin dulu, selama belum ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Kalo dipikir soal penyebabnya, mungkin karena Cello suka maen-maen ama semut ato lebah, ga tau. Tapi yang jelas mungkin bibirnya kesengat semut ato lebah hehe..

Sunday, November 27, 2005

Speaker Baru

Hari yang melelahkan, seharian sibuk ngurusin komputer. Pagi abis beli speaker Simbadda buat komputer, nyampe rumah dicoba, ternyata sound nya ga bisa di pake. Usut-punya usut ternyata yang trouble soundcard nya, jadi mesti ke reparasi buat betulin soundcard.
Ditenteng deh komputer ke reparasi, eh, baru aja di coba ama tukang reparasinya, ternyata emang bener-bener aus sound komputerku, alias soundcardnya mati. Wuih!
Terpaksa mesti ganti soundcard baru.
Pertama di coba soundcard yang biasa, tetep aja ga bisa. Bisa, tapi suaranya sember. Baru kemudian dicoba yang bagusan. Wah, dasar komputer ga bisa hemat, malah mengalun nyaring suara dari speaker, setelah soundcard yang bagusan itu dipasang. Terpaksa, ngerogoh kocek lagi. Lumayan nyekik juga harganya, tapi mesti gimana lagi?
Ga cuma itu, mesti nambah memori lagi, supaya jalan komputernya ga lambat. Tapi emang bener sih, abis di tambah memori, jalan komputerku jadi lebih cepat.
Ya udahlah, kayaknya memang harus begini. Setidaknya, nanti bakal bisa nyetel MP3 yang lebih nyaring dan ber subwoofer dari speaker baru, sekaligus karena memori di tambah, jalan komputer jadi ga lambat lagi.
Melelahkan, bukan cuma capek fisik karena mesti bolak-balik keluar rumah, tapi juga capek duitnya hehe.. Nyesel? Ga deh, ambil positifnya aja.

Wednesday, November 23, 2005

Failed Again !

Hari ini ke kampus lagi, aku bawa skripsiku untuk ngadep ke dosen pembimbing, penuh harap moga-moga dosenku bakal bilang 'ya', jadi aku bisa melalui semua ini dan segera melanjutkan ke BAB berikutnya, tapi nggak, ternyata banyak banget yang mesti di revisi, di tambah-tambahin, karena data-data dan sumber-sumber kurang lengkap.
Nggak fokus ama judul dan masih banyak tetek bengek yang lain yang mesti aku kerjain ulang. Whew, rasanya pengen teriak aja, kapan akau bisa menyelesaikan semua ini, sementara waktu makin sempit aja.., ancaman DO pun udah di ujung mata.
Gimana aku harus memulai dari mana, bingung sebingung-bingungnya!

Monday, November 21, 2005

Kangen

Canggung banget ke kampus, setua ini masih ke kampus, malu! Abis dah lama ga ke kampus, apalagi barusan ngeliat anak yang lagi sidang ujian skripsi. Jadi makin keder aja menunggu saat-saatku ntar bulan depan ujian. Whew.. Tapi, bagaimana lagi, mesti segera nyelesaiin skripsi bulan ini, suapaya bisa segra ujian bulan depan.
Hari ini ke kampus lagi, nunggu dosen buat bimbingan skripsi, tapi sayang banget, Pak dosen lagi nguji skripsi, jadi aku ga berani ganggu. Besok aja balik lagi ke kampus.
Jadi ingat waktu masih rajin-rajinnya ke kampus dulu, ketawa-ketiwi bareng teman-teman, haha hihi kesana-kemari. Ingat waktu kena tegur, soalnya ke kampus pake sandal, ketahuan contekan waktu ujian.. wuih, bener-bener pengalaman buruk!

Kangen aja sama semuanya, dah ga tau kabar mereka semua ...

Saturday, November 19, 2005

Tired

Problems comes and go like no need a rest, kicking me and hitting me completely to the corner of nowhere. Just a full of hope within that I pray to Lord for all of the moments in my life recently that surely would have a big impact to the great changing of my view to face the future, hoping I can get through all of this by Your guide.

Whew, I know it’s a big job for me, not just for now but yes, for the rest of my life. No doubt, I have to prepare myself and ready or not to stand up straight forward to go ahead. Nothing can’t be changed in the past and it would be a great trace history to our life but factually, we can plan the future, and I hope it will work happy ending or at least will make everyone around me happy.

Friday, November 18, 2005

Untuk Dipikirkan

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia melainkan awal dari kehidupan yang baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakit
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sambil berkata , " Aku turut berbahagia untukmu "

Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..

Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu, Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan menyadari Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat Yang seharusnya ada di dalam hidupmu

Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, " Aku lupa " Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, " Tunggu sebentar " Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata, " Tinggalkan aku sendiri "

Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air mata

Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang

Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus...
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia sewaktu kamu dapat mencintai seseorang Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri...

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita Atau karena ia tidak mempedulikan kita Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang, Jangan dengan mudah kita melepaskannya Berjuanglah demi cintamu... Fight for your dream ! Itulah cinta yang sejati.. Bukannya seperti prinsip " Easy come.. Easy go... "

Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan Daripada berjalan bersama orang " yang tersedia " Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai Daripada orang yang berada di " sekelilingmu "

Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya " seseorang "
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri

Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana

Saturday, November 12, 2005

.. Ah, Jalani Saja ...

Memang, banyak hal yang mengharuskan kita untuk menjadi seseorang di luar kehendak kita. Menuruti apa yang diinginkan semua orang dan berusaha mati-matian untuk menutupi kekurangan yang ada. Berusaha mewujudkan keinginan semua orang dan itu membuat kita capek!
Padahal hal tersebut akan membuat orang lain senang dengan mengesampingkan apa yang sebenarnya kita inginkan, menekan dalam-dalam hasrat, pemikiran dan nurani ke titik terdalam demi mewujudkan apa yang di anggap 'benar'.
Semua harus mengikuti arus dan tidak ada celah secuilpun untuk melawan arus tersebut. Kabar buruknya, tidak ada keberanian sedikitpun dalam diriku untuk keluar dari arus ini, kecuali turut berusaha sewajar mungkin menikmati apa yang telah dianggap 'sempurna' ini.
Bukannya untuk kemudian berusaha memaksakan apa yang menjadi keinginan ku, tapi kemudian hal tersebut mentah lagi, ketika pembahasan mengenai apa yang benar dan apa yang salah di sandarkan pada kesemuanya dengan kedok hukum, adat, norma dan agama.

Semua telah di pakem, telah diatur bahwa yang ini akan menjadi begini dan bahwa yang itu akan menjadi begitu dan mereka menyebutnya "nature law". Apakah memang seperti itu seharusnya?

... ah, jalani saja ...

Wednesday, November 09, 2005

Perubahan Besar

Kembali ke Jember terasa seperti berkah, bukannya apa tapi hari ke empat selama mudikku ke Blitar benar-benar terjadi hal yang 'menyeramkan' yang tidak pernah kuduga sebelumnya hingga aku segera memutuskan untuk balik ke Jember, namun kemudian manjadi kenyataan getir yang harus aku telan mentah-mentah.
Suatu pengalaman psikologis yang pasti tidak akan pernah aku lupakan. Yang akan merubah semua sudut pandang, perilakuku dan sikap secara lahir maupun batiniyah. Siap atau tidak, akan menghadapi suatu perubahan besar dalam hidup. Sebuah titik kulminasi yang menjadi tumpuan dan tolok pada suatu sisi lain yang lebih 'lurus'.
Aku pasrah saja, aku yakin Allah punya maksud dan rencana besar yang lebih baik pada semua ini. Keikhlasanlah yang terus aku pupuk pada jiwa dan ragaku untuk menerima semua cobaan berarti ini. Tanpa itu semua, aku yakin saat ini pasti sudah ambruk dan tidak mampu lagi menerima kenyataan yang terpajang didepanku.
Aku yakin Allah Maha Adil dan Maha Tahu, Maha Segalanya. Astaghfirullah, aku mohon ampun padaMU Ya Allah...

Kembali ke Jember terasa seperti berkah, tapi bukannya aku berusaha untuk melarikan diri dari kenyataan yang ada. Aku cuma perlu sedikit ruang untuk menghela nafas...

Tuesday, November 01, 2005

Target Terpenuhi !

Alhamdulillah, bulan puasa memang bulan yang penuh berkah. Tak kurang, banyak sekali rahmat yang di berikan -Nya untuk aku, termasuk kenaikan jenjang level pada bisnisku. Alhamdulillah, puasaku pun hampir komplit tanpa motel, tinggal sehari lagi, besok. Dan besok aku mudik, pulang kampung ke Blitar hingga minggu depan. InsyaAllah besok ga motel.
Lebaran, memang menakjubkan. Semua orang mau bela-belain mudik pulang kampung meski harus berdesak-desakan di kereta, di bis, menempuh perjalanan jauh, makan waktu. Tapi, itulah salah satu keunikan lebaran yang hanya dimiliki Indonesia. Budaya mudik hehe...
Whew, usaha keras selama sebulan akhirnya terbayarkan. Bahagia banget rasanya karena semua target terpenuhi.
InsyaAllah, dengan usaha dan doa, bulan ini harus lebih baik lagi. Amin

Thursday, October 06, 2005

Ketemu Ola Stromberg !

Bener-bener ga nyangka kalo acara Leader Meeting yang hanya dihadiri para Leader (termasuk para manager) dan Director tanggal 5 Oktober di kantor Oriflame Jogjakarta kemarin di hadiri langsung oleh Mr. Ola Strombreg, Managing Director Oriflame Indonesia beserta Ibu Sita Laksmita, salah satu orang penting di Oriflame Indonesia. Bukan hanya surprise buat aku, tetapi juga menjadi bagian kesan tersendiri bagi Ike, manager 12% pertamaku yang baru pertama kali ini mengunjungi salah satu kantor Oriflame.
Aku bisa merasakan semangatnya ketika mengikuti acara yang cuma diisi penjelasan program-program bulan ini dan tidak lebih dari 2 jam, namun penuh dengan inspirasi dan bobot positive yang rasional. Completely Interactive!

Juga, tanpa menyia-nyiakan waktu di Jogja, aku, Ike dan juga Mas Iqbal nyempetin jalan-jalan di Malioboro dengan dokar (hehe..), 20 ribu (harga lumayan murah tapi standart) untuk rute jalan yang lumayan jauh dengan kuda yang terengah-engah. Dan yang pasti seperti biasanya tetep mampir di Mirota Batik.
Lumayan lama juga ngendon di Mirota milih-milih oleh-oleh. Apalagi, buat Ike jadi yang pertama ke Mirota dan dia terheran-heran ngeliat bandrol harga barang-barang yang ga terlalu mahal. Sampai waktu buka puasa kita masih di Mirota dan akhirnya buka puasa di lesehan Malioboro. Nikmat banget, meski cuma dengan nasi gudeg dan kikil masak pedas. Dan yang bikin tambah seneng harganya cuman Rp. 3.000 sepiring hehe..

Nb:
Ternyata aku makin n'dut aja. Alahamdulillah, akhirnya masuk bulan puasa, jadi bisa nahan napsu makan :-)

Monday, October 03, 2005

Ramadhan

Lusa dan masuk puasa, besok malam dah mesti sholat taraweh. Jadi dah masuk bulan Ramadhan. Dah siap belum? Mesti siap, karena bulan ini datangnya setahun sekali. Mesti dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, semua amal ibadah bakal di lipat gandakan pahalanya, maka mesti berlomba-lomba meraih banyak pahala dengan banyak menjalankan perintah Nya.

Sunday, October 02, 2005

Mencetak Manager Baru

Alhamdulilah, kata itu yang aku ucapkan berkali-kali seraya bersujud syukur pada-Nya atas semua keberhasilan pada bulan September kemarin. Aku berhasil mencetak manager baru dibawahku dalam grup bisnisku dan ini merupakan yang pertama kali setelah 3 tahun aku bergabung dalam bisnis Oriflame. Rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan, bener-bener ga nyangka aja, jika Ike (manager baruku tersebut) bisa mencapai penjualan sebanyak itu, 50% dari total omset penjualan grup ku.
Semuanya terbukti sekarang, ternyata aku mampu dan aku telah membuktikan jika Jember bukannya kota kecil lagi tapi kota yang berprospek cerah ke depan dengan daya beli masyarakatnya yang cukup signifikan.
Wuih, lega rasanya tapi aku masih punya tugas baru lagi sekarang, bulan ini setidaknya aku mesti bantu Ike mempertahankan posisinya tersebut.
InsyaAllah, Amin.

Monday, September 26, 2005

Wanita Idaman

Apa yang diinginkan oleh semua lelaki di dunia ini, seseorang yang sempurna dengan semua kelembutan yang ada, menyentuh dengan tatapan sendu dan memeluk dengan dekapan bersahaja
Seorang wanita idaman, cukup membuat pria bertekuk lutut di kerlingnya dan berjanji untuk selalu menjaganya dan tetap menjadi sandaran bagi kerapuhan insting kesensitifan wanitanya.

Image hosted by Photobucket.com

Sunday, September 25, 2005

Kekecewaan Sejati!

Rintik gerimis kembali menetes dari langit, membasahi seluruh permukaan bumi, membawa kesegaran suasana dan dinginnya suasana sore. Tidak berlangsung lama, kemudian hanya tetesan-tetesan tidak merata dari langit yang membagi kesejukan dan kedamaian. Minggu sore yang sempurna. Meski ada aktifitas kerja yang kulakukan pagi ini, namun gerimis sore ini berhasil membasahi dan menyejukkan jiwaku. Menentramkan nurani. Aku sungguh menikmati dan dalam hatiku berharap, sore syahdu ini tidak akan pernah berakhir.

Sementara, masih kulihat penjaja makanan keliling sore masih lalu lalang di depan rumah menembus gerimis menawarkan jualannya. Bakso, kupang, bubur ayam, bakso lagi, dan penjual bakso lagi.. hmm, kebanyakan memang penjual bakso! Diseberang, di kosan depan rumah, alunan gitar dan nyayian sumbang terdengar nyaring dari rumahku. Aku tahu, itu suara Joko dan teman-temannya. Kadang kupikir, apa nggak ada lagu yang lebih bagus lagi daripada teriak-teriak gak karuan seperti itu. Tapi kemudian kupikir, musik kan universal, mungkin memang nyanyian teriak-teriak itulah yang disukai Joko. Aku maklum.

Gerimis benar-benar berhenti sekarang, seperti mobil yang di rem mendadak, seperti tawa keriangan anak kecil ketika ibunya mengiming-iming es krim cone rasa vanilla coklat setelah sejam menangis menyayat hati, tiba-tiba sore berubah jadi lebih benderang, membuyarkan suasana temaram sore yang diiringi syahdu gemerintik gerimis. Tanpa sadar, aku menghela nafas panjang, seperti hendak membebaskan semua hal yang bergelanyut pada relung jiwa dan kisi-kisi batinku. Berlalu juga sore sejuk ini.

Seperti itulah kehidupan, kadang rencana yang telah di pupuk matang berubah pada suatu keadaan yang sering membuat kekecewaan dan ketotalitasan yang jauh berbeda pada kehendak yang menjadi tujuan awal. Tapi, memang begitulah hidup, rencana demi rencana harus terus direncanakan dan diperjuangkan atau bahkan mesti dibiarkan saja berjalan tanpa rencana pasti, tanpa sandaran. Apakah memang begitu seharusnya?

Aku menghela nafas lagi, tapi kali ini dengan penuh kesadaran ketika stagnan point ini telah berujung di dalam pikiranku. Ketika kembali aku mengenang rencana-rencana yang telah ku perjuangkan di waktu itu namun kemudian berakhir pada kenadiran yang membekaskan kepahitan dan kegetiran yang disebut kekecewaan sejati!

Aku meringis, ketika juga menyadari bahwa sore telah merambat petang berwarna jingga keperakan di ujung barat dan ketika dari jauh terdengar sayup adzan magrib, seperti hendak menutup lembar kerinduan pada hari ini.

Sunday, September 11, 2005

Sore di Bondowoso

Tak banyak yang melintas di sekitar alun-alun Bondowoso sore itu. Bisa kehitung jari apa dan siapa saja yang melintas sepanjang aku duduk di salah satu bangku taman yang terbuat dari semen, sejam yang lalu. Pantas saja jika ada sebutan 'kota pensiun', yang melekat pada kota santri ini.
Entah apa yang membawaku ingin melanjutkan sekedar keliling kota Bondowoso setelah prospek seharian ini di kota tenang ini. Tapi yang jelas, kesuntukan dan ketegangan pikiran langsung buyar ketika menikmati hembusan udara sore dan tenangnya kota kecil ini.
Juga ga terlalu banyak hal menarik di sejauh sudut pandangku di tempat aku duduk, kecuali 'Monumen Gerbong Maut' yang terletak di tengah-tengah jalan lintas 2 arah tepat di depan kantor Bupati Bondowoso, yang aku sendiri juga nggak ngerti apa maksud dari monumen yang punya nama 'menyeramkan' tersebut. Tapi kalo dilihat dari bentuknya dan 'sliwar-sliwer' yang pernah kudengar (mungkin dari pelajaran sejarah), ada kaitan sejarah dengan kota Bondowoso pada jaman perjuangan dan penjajahan lampau yang menjadikan didirikannya monumen tersebut.
Huh, lagi-lagi aku menggigil. Angin sore itu lumayan dingin juga, sangat beda dengan kondisi Jember yang lumayan panas dan gerah. Sungguh tenang, damai dan mengingatkanku pada Blitar, kampung halamanku. Kemana-mana serba dekat, ga perlu naik bis kota atau mikrolet (karena emang ga ada), karena emang kemana-mana jaraknya dekat. Dah lama juga aku belum pulang kampung, gimana kabar ortu, emak, kakak, ponakanku.. jadi kangen, terngiang ketika meraka memangilku "Om".
Hari makin sore saja, ketika aku melanjutkan perjalananku kembali ke Jember. Kupacu motorku dengan kecepatan 100 km/jam, melaju kencang meninggalkan Bondowoso di belakang. Tapi, dalam pikiranku, tetap saja terlintas hingga sekarang, ketenangan sore di Bondowoso.
Image hosted by Photobucket.com

Saturday, September 10, 2005

Nasi Goreng Kambing, Pasti Menghilangkan Penat!

Apa yang kuinginkan sepanjang hari ini? Seporsi nasi goreng kambing dengan acar yang banyak! Tak heran, sehabis nyerbu diskonan belanja di matahari (mumpung lagi banyak diskon), segera kupacu motorku ketempat biasa.
Warung itu terletak di salah satu deretan pedagang kaki lima di depan RRI Jember. Warung teramat sangat sederhana namun punya cita rasa dan selera tinggi dalam rasa masakan yang khas (ciehh..)
Sepanjang jalan, segera dah terbayang sepiring nasi goreng kambing hangat dengan asap mengepul ringan dan nggak terlalu pedas. Namun sesegera itu pula lamunan itu buyar ketika nyampai dan ternyata nasi goreng kambing, impianku seharian ini, telah habis ludes des des..
Huuu, laris banget, padahal waktu itu baru pukul 8 malam. Dengan sangat terpaksa, meski dengan semangat yang berangsur terus mengendur setelah mendengar berita tersebut, kuputuskan makan nasi goreng biasa saja.
Pupus sudah harapanku, besok-besok berarti mesti datang lebih sorean!

Susah Bagi Waktu

Blog,

Bener-bener kurasakan susahnya bagi-bagi waktu antara kerja dan kuliah (baca: ngerjain skripsi). Apalagi di bulan September ini, setelah ada program pendaftaran member Oriflame Rp. 19.000. Makin banyak aja yang daftar. Alhamdulillah banget, berarti insyaAllah ada peningkatan pada bisnisku ini, tapi yah.. pada akhirnya mesti ngorbanin kuliah.
Yang mesti bikin prospek ke Bondowoso, makeover orang-orang (karena lombanya dilanjutin lagi bulan ini) juga ngorder yang makin rame.
Sedih juga, apalagi kayak sekarang yang kuliahku udah kena deadline akhir desember mesti lulus, tapi sungguh aku telah dan akan pasti berusaha segera menyelesaikan kewajibanku. Merupakan tanggung jawab moral pada ortu untuk membahagiakan mereka dengan menyelesaikan studiku yang terlunta-lunta.
Huh, jadi bingung..

Wednesday, September 07, 2005

Menggugah Memori Waktu di SD

Hari yang teramat melelahkan, padahal gak terlalu banyak aktifitas hari ini. Mungkin karena capek yang menumpuk sehabis pulang dari Jogja kemarin, nyampe pagi trus lanjut berturut-turut 2 hari ini ngadain prospek dan yang terakhir, hari ini ke Sempolan, salah satu kota kecamatan di Jember yang letaknya hampir dekat ke Banyuwangi.
Cukup jauh, untung tadi di pinjami mobil pick-up punya Ike, downlineku yang ngadain prospek tersebut. Jadi aku sendiri yang nyetir. Agak susah juga, apalagi belum pernah nyetir pick-up. Yah, aku setir aja pelan-pelan asal selamat. Tapi, alhamdulillah nyampe ditempat acara dengan selamat.

Ada hal menarik, prospek diadakan pada ibu-ibu yang lagi nunggu anak-anaknya sekolah di SD Sempolan. Waktu ngeliat SD tersebut, jadi teringat waktu kecil dulu ketika waktu SD juga. Apalagi waktu ngeliat anak-anak yang antusias ngrubutin penjual gorengan di depan sekolah tersebut diatas sebuah ‘lincak’ bambu yang teramat sederhana dan jauh dari kesan bersih, tapi tetap aja laris. Semangkok gorengan plus sambal dijual Rp. 500,- , murah meriah, terlihat ‘stand’ ibu tersebut yang paling laris diantara penjual jajanan sd yang lain.

Seorang anak cowok yang paling gendut, mengingatkanku pada diriku dulu ketika seusianya dan di juluki “jemblung”. Bukan main marahnya aku waktu itu ketika julukan itu ditujukan kepadaku, tapi kalo di ingat-ingat sekarang, bukan marah yang ada tapi malah senyum-senyum sendiri mengenang masa kecil. Sayang semuanya udah berlalu, tapi seneng udah bisa merasakan saat-saat bahagia itu.
Seorang cewek paling cantik, modis dan berbando biru, mengingatkanku pada “Lina”, cewek most wanted yang paling di gandrungi cowok-cowok waktu kelas IV SD, sayang kemudian Lita pindah ke luar kota. Bukan main rasa kehilangan cowok-cowok pada waktu itu, sampe-sampe jadi bahan gunjingan sepanjang tahun mengenang Lina yang pindah.
Semua kenangan-kenangan itu bergulir indah dalam memoriku, hingga saat kudengar dering bel elektrik tanda waktu istirahat usai, dan anak-anak SD Sempolan berlarian masuk ke kelas masing-masing.

Hmm, prospeknya sendiri lumayan berhasil untuk ukuran wilayah desa dengan produk setingkat Oriflame, yang daftar 2 orang dari 5 orang yang hadir. Aku harap, bulan ini aku bisa mencetak Manager baru dibawahku, yaitu Ike. Amin

Tuesday, September 06, 2005

Injeksi Semangat !

Hari ini, aku merasakan antusiasme yang luar biasa. Meski capek karena baru pukul 5 pagi nyampe dari Jogja, gak pernah kusangka kalo prospek grup Ike di Himpunan Perias Indonesia (HIPARI) Jember, yang diadakan pukul 10 bisa sukses gemilang (cieh..).
Yang jelas, ga tanggung-tanggung aku demoin produk andalan Oriflame, Giordani Gold, dan langsung, ibu-ibu yang rata-rata emang perias yang sudah punya jam terbang cukup tinggi langsung pada daftar member dan … pada langsung belanja juga.
Total, ada lebih dari 10 pendaftar baru.
Rasanya plong banget, ga sia-sia capekku.